Kota berhati nyaman, Yogyakarta istimewa mang top. Tidak heran kota yang juga dijuluki kota pelajar itu pun juga sangat menjadi buruan para wisatawan luar kota bahkan mancanegara menghabiskan akhir pekan atau liburannya. Salah satu tempat yang selalu tidak bisa dilewat kan saat berada di kota Yogyakarta yaitu Malioboro yang menjadi ikonik kota ini pula.

Jalan Malioboro, selain tiang lampu jalan antik jalanan ini juga ramai oleh para pedagang dan pengunjung yang hanya sekedar menikmati ramainya jalan ini atau membeli oleh oleh, atau sekedar duduk untuk istirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang dijajakan sepanjang jalan ini.

Namun sekarang Para pejalan kaki dimanja kan dengan wajah baru pedestrian kawasan jalan Malioboro, jalan utama yang mengarah ke Keraton Yogyakarta. Trotoar di sepanjang jalan malioboro ini dilebarkan raatusan kursi taman dipasang dari ujung jalan. Ndene mampir lur

Lentera Jogja, sebagian orang menyebut lampu jalan antik yang ada di sepanjang jalan Malioboro di Kota Yogyakarta. Lentera Jogja adalah lampu penerangan jalan yang menjadi penghias jalan Malioboro saat malam hari menjadi “ imawan ‘’ indah dan menawan. Ditinjau dari komponen pembentuk, pada tiang Lampu jalan malioboro terdapat 2 bentuk, yaitu malioboro tunggal dan malioboro cabang yang mengandung filosofi dan makna yang tersirat dari bentuk pada masing-masing komponennya. Pola desain tiang Lampu jalan memiliki 5 komponen utama, yaitu

-Umpak bagian paling bawah atau disebut pondasi tiang lampu. Umpak harus mampu memberikan kekuatan pada tiang lampu, karena merupakan konstruksi kaki dari tiang lampu tersebut. Bentuk dan desain umpak mencerminkan kekokohan dan kekuatan

-Motif  tiang lampu jalan kawasan Malioboro Yogyakarta  motifnya memiliki kesamaan dengan daerah Surakarta (Solo) yang mempunyai bentuk ukiran daun yang melengkung berirama seperti simbol yang terdapat pada masyarakatnya, yaitu masyarakat yang ramah, bersahabat, dan menghormati orang lain

-Gelung atau cincin merupakan bagian sambungan tiang Lampu jalan. Gelung adalah titik perubahan dimensi tiang dari ukuran besar ke kecil dan memiliki motif yang sama dengan umpak, namun lebih sederhana.

-Hasta merupakan bagian lengan dari tiang Lampu jalan. Fungsinya adalah menopang kap lampu.

-Mahkota adalah bagian paling atas dari tiang lampu, Desain mahkota pada tiang Lampu jalan kawasan Malioboro memiliki kesan dan aura yang memancarkan kharisma tiang Lampu jalan budaya Yogyakarta, serta memiliki desain yang terlihat elegan dan mewah

Peluncuran produk tiang lampu lampu malioboro juga merupakan fokus Putra Sari Logam untuk turut berkontribusi menyediakan kebutuhan masyarakat terutama masyarakat kota akan hadirnya tiang lampu yang menjadi sarana untuk hiburan (berfoto), hingga mengubah taman-taman atau jalanan kota menjadi bernilai estetik.

Untuk itu Putra Sari Logam hadir sebagai partner / mitra yang pas bagi personal / kontraktor / instansi/ pemerintahan kota / kabupaten yang menginginkan taman / jalan kota nya lebih hidup dan berestetika. Kami memproduksi tiang lampu sesuai model dan kebutuhan yang buyer inginkan.