Jogjakarta, teruntuk kalian yang sangat merindukan kota ini, mari kita mengheningkan cipta sejenak wkwk

Mengenang apa saja yang sudah tertinggal di kota yang di klaim paling romantis ini. Katanya Jogja itu terbuat dari angkringan, dan setangkup rindu. Yups, kota ini memang benar-benar istimewa. Bukan hanya sekedar nama yang disematkan di Jogja. Tapi pada kenyataan memang sangat istimewa.

Bagi kalian yang sudah pernah melewati malam di jalan paling legendaris di Jogja sampai beradu canda tawa di alun-alun selatan, sudah pasti kalian akan susah move on. Berapa kali kalian bisa meluluhkan hati gebetan dan membuat kenangan disini? Uakeh banget

Jogja adalah kota budaya dan kota pelajar, di sisi lain untuk menunjang segala pembelajaran banyak museum-museum yang dibangun sejak dulu. Sebut saja salah satunya adalah Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Museum ini dulunya adalah sebuah yayasan yang bergerak pada bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Bangunan museum menggunakan tanah bekas “shouten” tanah hadiah dari Sultan Hamengkubuwono VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala “Buta ngrasa estining lata” yaitu tahun 1865 jawa atau 1934 masehi. Dan diresmikan oleh Sultan Hamengkubuwono VIII pada tahun 1866 jawa dan ditandai dengan “Kayu Winayang ing Brahmana Budha”.

Museum Sonobudoyo memiliki banyak koleksi peninggalan jaman dahulu. Museum ini juga termasuk museum terlengkap kedua setelah museum Nasional yang ada di Jakarta. Seperti salah satunya adalah meriam atau senjata perang jaman dahulu. Dikarenakan semakin lama semakin usang dan rapuh dimakan waktu maka pihak pengelola berinisiatif untuk mereplika dan rencana akan dipajang di depan bangunan museum ini.

Dan di awal tahun 2020 pihak pengelola Museum Sonobudoyo menggandeng Putra Sari Logam sebagai produsen dan tim pemasangan di lokasi.

Ukuran yang diminta untuk replika ini memang berbeda dengan ukuran meriam yang sebenarnya ynag berada di Museum Sonobudoyo. Dengan ukuran yang lebih besar tentunya. Dilengkapi dengan 2 buah roda pada sisi kanan kiri dan juga beberapa pemberat supaya replika ini terlihat seperti aslinya. Tidak lupa dengan tulisan jawa kuno yang sudah tertempel di meriam yang asli juga terdapat pada replika yang kami produksi kali ini. Dengan cat warna hitam yang bisa dianggap sebagai warna hitam netral maka terlihat lebih gagah sang meriam.

Nah, tunggu apalagi gaes, bagi kalian yang ingin membuat replika meriam dengan berbagai ukuran bisa untuk sekedar pajangan di depan rumah atau untuk umum, bisa banget kalian menghubungi tim kami. Tim kami akan dengan senang hati akan membuatkan konsep jikalau kalian belum memiliki konsep yang matang. See you gaes

CONTACT :

Addres                 : Batur Baru, Tegalrejo, Ceper, Klaten, Jawa Tengah

No. Telp.             : 0813 9300 6025 / (0272) 551480

E-mail                 : marketing@putrasarilogam.com